logo mahkamah agung website ramah difable

Putusan Pengadilan Agama Blambangan Umpu ... Telusuri Perkara
Kata Pengantar Ketua Pengadilan Agama Blambangan Umpu Puji syukur kita panjatkan kehadirat kehadirat ALLAH SWT atas segala limpahan rahmat dan hidayahNya sehingga dengan karuniaNya Pengadilan Agama bisa mewujudkan cita-citanya untk launching Website Resmi Pengadilan Agama dengan alamat www.pa-blambanganumpu.go.id. Kami berharap semoga dengan adanya website ini bisa memberi dampak positif di masyarakat untuk memberikan akses bagi para pencari keadilan... Lebih lanjut
Cara Mudah Telusuri Perkara Dengan diterbitkannya Surat Edaran Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Nomor 3/DJU/HM02.3/6/2014 tentang Administrasi Pengadilan Berbasis Teknologi Informasi maka peran Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP Versi 3.2.0), selanjutnya disebut sebagai SIPP, menjadi semakin penting dan diandalkan untuk proses administrasi dan penyediaan informasi baik untuk pihak internal, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini. Telusuri Perkara
Small Claim Court ( Acara Gugatan Sederhana ) Agar warga negara lancar dalam mengurus usahanya, tentu proses mengurus sengketa bisnis perlu dipersingkat, sehingga tidak membuang waktu serta terbukanya akses bagi masyarakat kecil untuk mendapatkan keadilan di Pengadilan. Semuanya demi asas peradilan yang sederhana, cepat, biaya ringan.
Pelayanan Online pada Mahkamah Agung Informasi publik pada Mahkamah Agung RI yang dapat diakses secara online, seperti : Info Perkara, Direktori Putusan, SIPP ( Sistem Informasi Penelusuran Perkara), SIADPA ( Sistem Administrasi Perkara Peradilan Agama), SIADTUN (Sistem Administrasi Perkara Peradilan Tata Usaha Negara), SIADMIL (Sistem Administrasi Perkara Peradilan Militer), serta sistem pengaduan pada Bagian Pengawasan, sehingga masyarakat bisa memperoleh informasi lebih baik, mudah, murah, cepat dan efisien.

Template Website ini merupakan standarisasi website untuk seluruh badan peradilan di bawah naungan Mahkamah Agung RI

Berita Terkini

Khutbah Idul Fitri Cetak
Ditulis oleh Administrator   

Khutbah Idul Fitri 2018. M / 1439.H

IDUL FITRI MOMENTUM UNTUK BERSATU, BERBAGI DAN BERPRESTASI

Oleh

AL FITRI JOHAR, S.Ag., S.H., M.H.I.

(Hakim Madya Pratama Pengadilan Agama Blambangan Umpu)

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُاللهِ وَ بَرَكَاتُهُ

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ, اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ

اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِياَمِ رَمَضَانَ وَعْيدَ اْلاَضْحَى بَعْدَ يَوْمِ عَرَفَةَ

اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ اْلمَلِكُ اْلعَظِيْمُ اْلاَكْبَرْ

وَاَشْهَدٌ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الشَّافِعُ فِى اْلمَحْشَرْ نَبِيَّ قَدْ غَفَرَ اللهُ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَا تَأَخَّرَ

اللهُمَّ صَلِّ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ الَّذِيْنَ اَذْهَبَ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهَّرْ

أَمَّا بَعْدُ:يَا أَيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

قَالَ تَعَالَى: يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ


Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil Hamd,


Ma’asyiral Kaum Muslimin& Muslimat Rahimakumullah.

Bersyukur kita kepada Allah SWT dengan mengucapkan Alhamdulillah, yang telah menjadikan Ramadhan sebagai bulan ibadah danSyawal sebagai bulanpeningkatanibadah,semoga semua kitamulia di hadapan-Nya.Bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW dengan mengucapkan Allahummashali ‘ala Muhammad, karena telah memperkenalkan Islam sebagai agama pilihan hidup kita. Shalawat semoga juga teruntuk bagi keluarga, sahabat dan para penerus ajarannyasampaizaman berakhir.

Bulan Ramadhan barusaja berlalu, boleh jadi kita bisa berjumpa dengan Ramadhan tahun yang akan datang, dan barangkalijuga merupakan yang terakhirkarena memang tidak ada jaminan kembali bersua untuktahun berikutnya. Ketahuilah bahwa sahabat nabi menangis di akhir Ramadhan karena kuatir tidak bisa berjumpa dengan Ramadhan yang akan datang dan bersedih jika Ramadhan yang telah berlalu amalnya sedikit meskipun sesungguhnya telah memamfaatkan semaksimal mungkin dan sempurna.

Sepatutnya kita sedih jika momentum Ramadhan lewat begitu saja dan tidak dimamfaatkan sebaik-baiknya, berpuasa sekedar meninggalkan makan dan minum, tarawih ingin mengejar jumlah rakaat, tadarus Quran mengejar target khatam, dan bersedekah sekedar ingin dikatakan dermawan atau dengan ungkapan lain Ramadhan hanya sekedar pencitraan agar dikatakan sebagaiorang bertaqwa. Sungguh disayangkan jika keluar dari bulan Ramadhan tidak membawa ampunan. Imam Qatadah ra  mengatakan:

مَنْ لَمْ يُغْفَرْ لَهُ فِي رَمَضَانَفَلَنْ يُغْفَرَ لَهُ فِيْمَا سِوَاهُ

“Siapa saja yang tidak diampuni di bulan Ramadhan, maka sungguh di hari lain (di luar Ramadhan), ia pun akan sulit diampuni.”

Ibnu Rajab Al-Hambaliramengatakan :

فَلَمَّا كَثُرَتْ أَسْبَابُ المغْفِرَةِ فِي رَمَضَانَ كَانَ الَّذِي تَفُوْتُهُ المغْفِرَةُ فِيْهِ مَحْرُوْمًا غَايَةَ الحِرْمَانِ

Tatkala semakin banyak sebab mendapatkan pengampunan dosa di bulan Ramadhan, maka siapa saja yang tidak mendapatkan pengampunan tersebut, sungguh dia benar-benar telah bernasib buruk.”

Mukmin yang mendapatkan ampunan dalam Ramadhan, berartimereka kembali bersih dari dosa, seperti keadaan semula Muwarriq Al‘Ijliy raberkata:

يَرْجِعُ هَذَا اليَوْمَ قَوْمٌ كَمَا وَلدَتْهُمْ أُمَّهَاتُهُمْ

Hari ini kembali suatu kaum sebagaimana mereka baru dilahirkan oleh ibu-ibu mereka.”

Seiring suara takbir, tahmid, tasbih dan tahlil bertalu-talu melepas bulan Ramadhan, menyambut datangnya hari raya Idul Fitri, sebagai hari kemenangan meraihi kembali kepada kefitrahan berarti kita ibarat baru lahir dari kandung ibu, Rasulullah saw bersabda sebagaimana hadis riwayat Imam Ahmad ra:

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ فَرَضَ صِيَامَ رَمَضَانَ وَسَنَنْتُ قِيَامَهُ فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِحْتِسَابًا خَرَجَ مِنَ الذُّنُوْبِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Sesungguhnya Allah yang Maha Mulia lagi Maha Tinggi mewajibkan puasa Ramadhan dan aku mensunnahkan shalat malam harinya. Barangsiapa puasa Ramadhan dan shalat malam dengan mengharap ridha Allah, maka dia keluar dari dosanya seperti bayi yang dilahirkan ibunya.”

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil Hamd,

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Idul Fitri yang kita rayakan hari ini dalam suasanaperpolitikan di tanah air mulaimemanas. Sebab Pilkada telah depan mata, Pemilu Legislatif (DPR, DPD dan DPRD) dan Pemilihan Presiden pertama kali dalam sejarah ketatanegaran Indonesia serentak diselenggarakan pada bulan April 2019, konon merupakan Pemilu yang terumit di dunia. Harapan kita semoga pemimpin yang terpilihkelak mereka dapat menjalankan tugas dan amanahsesuai janji-janji saat kampanye. Setiap warga negara harus ikut andil dalam menentukan nasib daerah dan bangsanya melalui ajang pesta demokrasi 5 tahun sekali. Oleh sebab itu kita wajib menotolak segala bentuk intimidasi, kampanye hitam(black campaign), politik kotordengan menghalalkan segala cara, dan money politic.Pilihan boleh berbeda namun persatuan dan ukhwah Islamiyah harus tetap terjaga. Pilihan kita terhadap calon pemimpin tidak boleh sampai menghilangkan daya kritis, demikian juga sebaliknya ketika tidak memilihnyabukan berartimenghilangkan rasa ketaatan kepadanya.

Di sisi lain bahwa suasana dan kondisi Idul Fitri tahun ini masih sarat dengan krisis multi dimensi melibatkan berbagai sendi kehidupan baik sosial, budaya, ekonomi, politik, agama, maupun pertahanan dan keamanan. Di samping itu rentetan serangan teror yang melanda Indonesia akhir-akhir ini, membawa duka mendalam bagi masyarakat, bukan saja bagi keluarga korban, namun juga bagi semua masyarakat yang tengah berusaha merawat kerukunan di negeri ini. Di saat kekhawatiran terkait meluasnya terorisme maka kita harus waspada akan bahaya terorisme,dan teror mengatasnamakan agama ini harus kita lawan dan mencegah perluasan pengaruh mereka.

Nilai dan pesan-pesan dari atsar Ramadhan perlu kitadimplementasikansebagai bentuk konstribusi kita untuk pembangunan bangsa ke depan.Dalam khutbah singkat ini khatib menyuguhkannya minimalada tigamomentum yang harus dipegang secara terus-menerus dari buah manisnya bulan Ramadhansehingga berakhir dengan rangkaian Idul Fitri.

Pertama : Idul Fitri momen untuk memperat persatuan umat.

Ketika kalimat Allahu Akbar kita kumandangkan tidak saja saat hari raya Idul Fitri, tetapi juga setiap saat guna mengasah dan mengasuh jiwa kita, sehingga Allah Yang Maha Besar menjadi pangkalan tempat kita bertolak serta pelabuhan tempat kita bersauh. Kalimat takbir itu sering kita ucapkan di masa damai dan tenteram, serta kita suarakan pula saat-saat kritis dan bahaya yang mencekam.Kalimat itu pulalah yang dikumandangkan para pahlawan(syuhada) ketika menghadapi penjajah Belanda untuk kemerdekaan bangsa Indonesia.

Kalimat takbir melambangkan keagungan dan kebesaran Allah SWT, itulah yang mempersatukan bangsa kita bahkan umat beragama di seluruh persada bumi nusantara. Karena, pada kandunganya terpancar aneka kesatuan, seperti kesatuan alam semesta, kesatuan dunia dan akhirat, kesatuan natural dan supranatural, kesatuan zohir dan bathin, kesatuan ilmu, kesatuan agama-agama samawi, kesatuan umat, kesatuan kemanusian, kesatuan kepribadian manusia, kesatuan bangsa dan lain sebagainya.

Karena itu, kesatuan kepribadian setiap individu haruslah dapat diwujudkan dan ini dalam pandangan Al-Qur’an tidak dapat tercapai kecuali dengan tunduk dan patuh kepada satu Penguasa, satu Pengendali, yakni Allah Tuhan Yang Maha Esa,Dia Yang Maha Besar itu.Bila kesatuan itu tidak terpenuhi, maka tidak terpenuhi pula hakekat keimanan. Karena itu, tidak jarang AlQur’an menggunakan kata iman dalam arti persatuan dan kesatuan, dan kata kufur menunjuk perpecahan dan perselisihan. Hal ini oleh karena iman membuahkan persatuan dan kesatuan,sementara kufur akan mengantar kepada perselisihan, pertentangan dan perpecahan, atau karena persatuan mengantar kepada iman (percaya) dan rasa aman serta perpecahan mengantar kepada kekufuran dan rasa terancam.

Idul Fitri yang kita rayakan bahkan setiap tahunsudah seharusnya mengantarkan kita kepada persatuan dan kesatuan. Bukankah fitri yang terambil dari kata “fitrah” berarti agama yang benar, suci, dan asal kejadian.Jika kita memahami fitrah dalam arti agama, maka perlu diingat sabda Nabi Muhammad SAW yang menyatakan :

الدّينُ المُعامَلة

“Agama adalah interaksi harmonis”.

Maka wajarlah semakin baik interaksi seorang mukmin, maka tentu semakin baik keberagamaannya. Dalam konteks kehidupan sosial mayarakat kita dapat berkata: “tidak akan mungkin peradaban suatu bangsalebih maju dan berkembang tanpa jalinan yang harmonis antar penduduknya, jalinan yang menjadikan mereka bekerja sama, sehingga ringan sama dijinjing, dan berat sama dipikul.Terlentang sama makan abu, tengkurap sama makan tanah adalah lambang kesetiaan dan keikhlasan dalam hubungan persahabatan atau percintaan baik dalam keadaan suka maupun duka. Agama Islam senantiasa mengajak manusia kepada persatuan, berkumpul di atas kebenaran, berpijak kepada AlQur’an dan AsSunnah,Allah SWTberfirman dalam QS. Ali Imran ayat 103 :

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Dan berpegang teguhlahlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliyah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.”

Dari sejumlah aksi terorisme di Indonesia kiranya umat Islam menjadikan perayaan Idul Fitri ini momen menggalang persatuan ummat. Sebab aksi pengeboman sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Islam merupakan agama yang mutlak, umatnya moderat, tidak berkaitan dengan teror dan terorisme.Kita percaya, teroris tidak akan menang melawan kebaikan dan kebenaran. Mari kita rayakan hari kemenangan ini dengan semangat kerja bahu- membahu membangun bangsa, bahu-membahu membangun negara.Negara tidak boleh kalah oleh teroris. Kita harus lawan setiap orang yang memamfaatkan issu teroris untuk kepentingan politik sesaat dan upaya-upaya pengalihan issu untuk menutup ketidakmampuan diri sendiri.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil Hamd,

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Kedua : Idul Fitri momentum untuk senantiasa untuk berbagi.

Idul Fitri sesungguhnya merupakan sarana bagi umat Islam berbagi kepedulian antarsesama dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika. Hal itu karena ibadah dan hidup bersama-sama di dalam Islam itu sendiri selain punya dampak individu juga punya dimensi sosial. Ramadhan telah mendidik kita dengan cara memberi makan orang puasa saat berbuka, menyisihkan sebagian harta untuk berzakat, bersedekah dan berinfaq. Dari kebiasaan ini akan terwujudlah kedamaian. Tidak akan ada kedamaian kalau masih ada cekcok atau perselisihan di antara kita, bahkan kedamaian itu akan sirna saat terjadi silang sengketa, walau dengan dalam diri sendiri. Tidak ada kedamaian jika tidak mau berbagi dengan sesama, tidak ada kedamaian jika masih ada sifat kikir dan pelit.Semakin harmonis interaksi sosial masyarakat, maka semakin banyak manfaat yang dapat diraih serta semakin berhasil dalam perjuangan. Umat Islam selalu merasa bersama orang lain, harus memiliki kesadaran dan peduli sosial. Nabi MuhammadSAWsenantiasameingatkan:”Hendaklah kamu selalu bersama, karena serigala hanya menerkam domba yang sendirian”. Seorang muslim harus lebur secara konseptual bersama sehingga setiap muslim menjadi seperti yang digambarkan oleh Nabi SAW :

كَالْجَسَدِ الْوَاحِدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ اْلأَعْضَاءِ بِالسَّهْرِ وَ الْحُمَّى مِنْهُ

Bagaikan satu jasad, bila satu organ merasakan penderitaan maka seluruh tubuh, merasa demam dan tak dapat tidur”.

Bagi seorang muslim kesadaran akan berbagi bukan terbatas hanya di bulan Ramadhan, tidak terbatas antar sesama muslim atau sebangsa, tetapi mencakup seluruh manusia apapun agama, suku dan bangsanya, bahkan mencakup seluruh makhluk hidup. Kesadaran tersebut ditanamkan dalam diri setiap pribadi atas dasar prinsip bahwa seluruh manusia adalah satu kesatuan. Semua kita berasal dari Nabi Adam AS, yang diciptakan dari tanah dan semua makhluk adalah ciptaan Allah SWT.Rasa berbagi inilah yang menghasilkan sila kedua dari Pancasila Kemanusiaan yang adil dan beradab, sehingga pada akhirnya seseorang yang diperkaya dengan kesadaran menyangkut keterikatan dengan sesamanya akan merasakan derita umat, serta akan berupaya mewujudkan kesejahteraan untuk bersama.

Suka berbagi adalah cerminan kemerdekaan, keadilan, pengetahuan, kesehatan, keramahan dan sebagainya, serta akan berseteru dengan orang yang tidak mau berbagi yaitu sebagai musuh kemanusiaan, penganiayaan, kebodohan, kemiskinan,dan lain sebagainya.Itu sebabnya rangkaian puasa, setiap muslim, kecil atau besar, kaya atau miskin, berkewajiban menunaikan zakat fitrah yang dijadikan sebagai pertanda kepedulian sosial dan lambang kesediaan memberi hidup bagi orang lain di saat kita bergembira.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa lillahil Hamd,

Ma’asyiral Muslimin wal Muslimat Rahimakumullah.

Ketiga : Idul Fitri momentum untuk berprestasi.

Dengan selesainya puasa Ramadhan, kita mengharap kiranya telah berhasil meraih perdikat taqwa. Taqwa adalah istilah yang menyatu di dalamnya aneka macam kebajikan. Ia adalah prestasi dari iman yang juga merupakan kesatuan yang tidak terpisahkan. Iman adalah kesatuan dari ketulusan hati menerima kebenaran, disertai dengan pernyataan lidah mengakuinya serta dibuktikan oleh kesungguhan anggota badan menjalankannya.

Mari jadikan momen hari raya Idul Fitri iniuntukberbuat andil dan bekerja sama dalam kebajikan, dan dari sinilah rasa aman dan damai memperoleh pijakan yang sangat kuat. Sebagai khalifah Allah di muka bumi harus mewujudkan kedamaian itu, bermula dari dirinya, lalu keluarga, dan lingkungan masyarakat, hingga menyebar ke seluruh persada bumi nusantara, bahkan ke seluruh jagad raya dan berlanjut hingga ke negeri kekal abadi di akhirat nanti yang merupakan puncak prestasi yaitu dibalas dengan kenikmatan syurga.

Untuk mencapai prestasi sebagai khalifatullah fi ardhi, kita wajib memahami dan mengamalkan ajaran agama secara benar dan utuh(kaffah). Sehingga Allah mengecam orang yang mengamalkan ajaran agama setengah-setengah dan mengancam dengan kenistaan hidup di dunia dan di akhirat dalam QS Al Baqarah ayat 85 :

أَفَتُؤْمِنُونَ بِبَعْضِ الْكِتَابِ وَتَكْفُرُونَ بِبَعْضٍ فَمَا جَزَاءُ مَنْ يَفْعَلُ ذَلِكَ مِنْكُمْ إِلَّا خِزْيٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يُرَدُّونَ إِلَى أَشَدِّ الْعَذَابِ وَمَا اللَّهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al-Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian darimu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat pada hari kiamat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat.

Akhirnya, marilah kita jadikan hari raya Idul Fitri ini untuk membina dan memperkokoh ikatan kesatuan dan persatuan(ukhwah), menyatupadukan hubungan kasih sayang antara kita semua, sebangsa dan setanah air. Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Kalau bukan kita umat Islam siapa lagi? Tantangan kita umat Islam sebagai mayoritas terbentang sangat besar di hadapan kita dan ancaman Allah SWT pun menanti kita, kalaulah kita selalu bercerai berai dan tidak ada prestasi yang menonjol dari buah kesholehan kita.

Marilah dengan hati terbuka, dengan dada yang lapang, muka yang jernih, pikiran yang positif, serta dengan tangan terulurkan, kita saling maaf-memaafkan, sambil mengibarkan panji-panji persatuan dan kesatuan, tekad berbagi, dan bendera kedamaiansehingga hidup berprestasi, sambil berdoa:

اَللهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ وَاِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَنَا بِالسَّلَامِ وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ . أَنْتَ رَبَّنَا ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Ya Allah Engkaulah Yang Maha Damai, dari-Mu bersumber kedamaian, kepada-Mu kembali kedamaian. Tuhan kami, hidupkanlah kami dengan penuh kedamaian dan masukkanlah kami kelak ke surga negeri yang penuh kedamaian. Engkau Pemelihara kami, lagi Pemilik Keagungan dan Kemuliaan.”

جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِمَّنْ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ وَيَتَّبِعُوْنَ اَحْسَنَهُ . اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Mari kita akhiri rangkaian hari raya Idul Fitri berdoa dengan menadahkan kedua tangan dan hati yang khusuk semoga doa kita diijabah Allah SWT.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ.اَلْحَمْد ُلِلَّهِ رَبِّ اْلعَالمِيْنَ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ عَلَى كُلِّ حَالٍ حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَامَهُ وَيُكَافِىْ مَزِيْدَه يَارَبَّنَا لَكَ اْلحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وسلم عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْن

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ اِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَاتِ

‘’Ya Allah saat-saat yang syahdu ini, kami segenap hamba-hamba-Mu, berkumpul, bersimpuh di tempat yang suci yang penuh rakhmat, menyebut namaMu yang agung, berzikir, bermunajat kepadaMu dengan takbir, tahmid, dan tahlil.

Ya Allah, bersihkan hati dan jiwa ini dari hasad dan dengki, persatukan jiwa-jiwa ini dalam cinta karenaMu dan dalam ketaatan kepadaMu, jangan Engkau  biarkan setan musuhMu menggerogoti persaudaraan kami.

Ya Allah, berilah bimbinganMu untuk pemimpin negeri ini agar dapat berlaku adil dengan syari’atMu di atas bumi yang tidak sejengkalpun melainkan milikMu.

Ya Allah yang Maha Menyelamatkan, Engkau pelindung kami, Engkau pemberi petunjuk orang-orang bingung, Engkau pemberi kecukupan orang yang kekurangan, Engkau pemberi ketenangan orang yang gelisah.

Ya Allah, yang sakit Engkau sembuhkan, yang lupa Engkau ingatkan, yang gelisah Engkau tenteramkan, yang sedih Engkau gembirakan, yang meminta Engkau beri dan kabulkan.

Ya Rabbi, ampuni kami atas kehilafan dan dosa kami kepada anak-anak kami, suami, isteri kami, belum mampu mendidik dan membahagiakan mereka.

Ya Allah, yang mengetahui segala keburukan aib dan maksiat, ampuni seburuk apapun masa lalu kami, tutupi seburuk apapun aib-aib kami.

Ya Rabb, karuniakan kami jasad yang terpelihara dari maksiat, terpelihara dari harta haram, makanan haram, perbuatan haram. Izinkan jasad ini pulang kelak, jasad yang bersih.

Ya Allah, bukakanlah lembaran-lembaran baru yang bersih yang menggantikan masa lalu kami.

Ya Allah Tuhan yang Maha Penyayang, sayangi kami, sayangi kedua orang tua kami, yang telah berpeluh lelah merawat dan mendidik kami. Ampuni setiap kata keras kami yang pernah terlontar pada mereka, Ya Allah. Ampuni sikap tak peduli kami atas mereka, Ya Rabb. Berikan kesempatan kami berbakti kepada mereka, Ya Allah. Lembutkan hati mereka untuk kami agar ridha mereka mengantar kami kepada RidhaMu, Ya Allah. Dan, jika Engkau telah mengambil mereka ke haribaanMu, maka basuhlah mereka dengan kelembutan ampunan dan rakhmatMu, serta pertemukan kami dengan mereka dalam keabadian nikmat syurga tidak akan nikmat tanpa bersama kedua orang tua kami.

Ya Rabb, bukakan pintu hati kami agar selalu sadar bahwa hidup ini hanya mampir sejenak, hanya Engkau tahu kapan ajal menjemput kami, jadikan sisa umur menjadi jalan kebaikan bagi ibu bapak kami, jadikan kami menjadi anak yang shaleh yang dapat memuliakan ibu bapak kami.’’

رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ. وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَ رَحْمَةُاللهِ وَ بَرَكَاتُهُ


Disampaikan dalam pelaksanaan shalat Idul Fitri pada hari Jumat, tanggal 15 Juni 2018 di Masjid Al Falah Kelurahan Cempedak, Kotabumi, Lampung Utara

Download

 

Sistem Informasi Penelusuran Perkara

TypographyDengan diterbitkannya Surat Edaran Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Nomor 3/DJU/HM02.3/6/2014 tentang Administrasi Pengadilan Berbasis Teknologi Informasi maka peran Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP Versi 3.1.3), selanjutnya disebut sebagai SIPP, menjadi semakin penting dan diandalkan untuk proses administrasi dan penyediaan informasi baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.

Lebih Lanjut

Pencarian Peraturan Perundangan, Kebijakan Peradilan dan Yurisprudensi

Pencarian Peraturan Perundangan, Kebijakan Peradilan dan Yurisprudensi Pencarian cepat data Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum Mahkamah Agung Republik Indonesia

 

LPSE

TypographyLayanan Pengadaan Secara Elektronik Mahkamah Agung RI.

Kunjungi

E-LEARNING

TypographyE-Learning Mahkamah Agung RI

Kunjungi


Pelayanan Prima, Putusan Berkualitas